10 Februari 2008

Selamat jalan cuq

Hiks... hari yang benar2 kurang baik. gimana enggak, setelah kemarin aku dikejutkan dengan meninggalnya kawan "seperjuangan" aku di Politeknik Sendawar sekarang alah aku mendapat berita yang kurang mengenakkan lago tadi pagi via telepon dari sepupuku
Emang udah hampir 2 minggu ini Uncuq (bahasa dayak Tunjung nyebut Paman) terbaring lemah bahkan tak sadarkan diri akibat terkena Stroke. Hmm lagi lagi enyakit ini yang menimpa keluarga aku. ada semacam track record buruk untuh hal ini. Sedikit Flash Back, Empat tahun yang lalu aku juga kehilangan Paman yang sangat baik bagi keluarga aku (Paman Yehezkiel). I think He was the Best Uncle ever i've ever know. Bagaimana enggak beliau bahkan berani ngasih alakadar buat jajan kami walaupunkeadaan kehidupan dia dan keluarganya sendiri agaknya kurang begitu mendukung karena banyak juga tanggungan yang musti diemban. Hmm bahkan hingga akhir hayatnya aku hanya bisa mengenangnya. Aku tak dapat menghadiri Pemakamannya dikarenakan ada saat yang ama aku sedang melakukan kegiatan belajar Di Samarinda yang sebenarnya relatif dekat. Namun apalah daya Bagi aku hal tersebut bukanlah hal yang mudah. Posisi aku sangat terjepit dan sulit begitu juga keadaan keluarga aku untuk membuatnya menjadi mudah. keadaan ekonomilah yang membuat aku terpaksa harus bersabar untuk dapat melayatnya. Selamat jalan aja Cuq Yel!

Ok kita balik lagi. Ehhm... bukannya Paman aku yang satu ini kurang atau gimana, gak sama sekali. Eniwei kan gak boleh membanding - bandingkan orang gitu. So tetep aja ini adalah paman aku yang tercinta. Jujur, kehidupan aku mungkin gak akan sepenuh warna macam begini seandainya aja beliau gak pernah ada dalam kehidupan kami. makasih cuq koq sooq naco warna ya teramat berharga lam belupn kayooq (makasi paman, kamu usah memberikan warna yang teramat berharga bagi kehidupan ku) Selamat jalan. Aku tahu kita nanti pasti akan bertemu kembali di kehidupan yang sesungguhnya Sekali lagi selamat Jalan Uncuq


Tidak ada komentar: